Senin, 17 Juni 2019

Mahluk bernama kebersamaan

Seminggu sebelum tanggal yang direncanakan akan diadakan check kesehatan atau disebut medical seva gratis, telah diumumkan di depan umat. Bahkan dikatakan acara tersebut diselenggarakan oleh Pasraman Jnana Sila Bhakti Batam yang bekerjasama dengan WHDI dan SSG (SAI Devotees Singapore).
Seharusnya tanggal 16 Juni pasraman libur, menurut perhitungan masuk tiga kali berturut-turut dan sekali libur. Kemudian pihak pasraman membuat pengumuman di grup WA. Dikatakan tgl 16 juni ada pemeriksaan kesehatan gratis. Namun hanya sebatas himbauan. Tidak ada kalimat wajib masuk. Saya reply pembuat pengumuman. Memang tidak disebutkan kata libur, tapi kalo dibaca sepintas memang boleh datang boleh tidak. Ya saya tunggu perkembangannya.
Beberapa hari menjelang acara, kok tidak ada perkembangan. Semuanya diem. Saya sudah memperkirakan begitu. Saya bikin perencanaan. Bagi bagi tugas. Sampai gotong royong mempersiapkan aulapun tidak ada respon dari kedua lembaga, whdi dan pasraman. Beberapa kali saya share ulang di grup. Satupun tidak ada yang menanggapi undangan saya. Saya sampai berpikir, apakah undangan saya ini salah? Bagaimana kalau saya buat pengumuman ngajak ngelawar? Akan sama kah?
Akankah kejadian tgl 18 nopember 2019 terulang lagi? Saya agak pesimis. Waktu itu adalah perayaan ultah Baba di Pasraman, pinjem ruangan aula. Sudah diplankan dan sengaja disediakan prasadam/ makan siang untuk umat dan siswa pasraman. 200 pax. Tiba-tiba dibuat pengumuman bahwa pasraman diliburkan. Tentu saja makanan mubasir. Ini ulah siapa? Kenapa tidak bicara terus terang apa maksud dibalik semua itu. Kan seharusnya pihak penyelenggara tidak perlu menyediakan makanan sebanyak itu.
Di tanggal 16 juni saya cross check bhakta yang lainnya. Ok tidak ada masalah. Saya bersama istri mempersiapkan makanan 200 pax. Ditambah 45 porsi dari catering vegy. Pikiran terus was was apakah umat bakalan hadir 200 orang. Ya pasrah saja. Dan berdoa kepada Baba.
Syukurlah kendaraan berjejer di areal pura agung, berarti umat cukup ramai yang datang. Sedikit lega.
Jam 9.30 rombongan bhakta Singapore datang dengan dua bus. Ada 50 orang dalam  rombongan. Mereka breafing terlebih dahulu dan doa bersama. Situasi terasa sedikit crowded. Kemudian satu persatu masuk ke ruang pemeriksaan. Saya perhatikan pemeriksaannya termasuk professional. Cukup lengkap.
Disediakan prasadam 200 pax untuk umat. Hamper habis. Tersisa sekitar 10 bungkus.
Beberapa yang disebut tokoh umat tidak tampak hadir. Mungkin belum bangun atau ada kesibukan lain atau memang anti dengan kegiatan yang berbau aneh baginya.
Entahlah.