Mata saya susah terpejam lagi. Hujan mulai jam 2 pagi. Praktis saya tidur kurang lebih hanya 2 jam. Malamnya sembahyang saraswati di pura agung sampai jam 11 malam karena nungguin anak ujian agama susulan. Sampai dirumah harus persiapan gowes keesokan harinya. Dengan kerja cepat saya mompa sepeda, masang braket ke mobil, nyiapin pakaian dan safety. Beres jam 12 tengah malam, langsung tidur.
Jam 2an hujan deras, sangat berisik. Sampai pagi saya ndak bisa tidur lagi. Sesekali keluar lihat aliran air hujan di parit yang meninggi dan surut secara perlahan. Suara tetesan air dari atap bocor sangat mengganggu di plapon kamar tidur.
Sampai pagi hujan tidak kunjung berhenti. Chat di grup WA cukup ramai. Ada yang tidak jadi gowes, ada yang bertekad tetap gowes, ada yang menunggu hujan reda.
Saya sendiri sudah komit harus tetap gowes. Mau tetap hujan atau reda.
Saya samperin satu teman kerumahnya, dan berangkat bareng. Sementara rombongan yang jadi berangkat sudah pergi duluan dengan pick-up.
Wah sampai di lokasi, Harris barelang, hujan masih belum reda. Goweser pada dikasi mantel. Sudah siap-siap di garis start. Sayapun langsung mengikuti dari belakang meski ujan-ujanan.
Sampai di pitstop di Marinir Barelang, yang jaraknya sekitar 8 Km dari titik start, dengan guyuran hujan, para goweser diminta memasukkan kupon undian. Kemudian balik lagi menuju Harris sebagai titik finish.
Sempat berphoto-photo di jembatan 1.
Dengan pakaian basah kuyup, luar dalam, akhirnya sampai dititik finish. Sarapan nasi goreng. Cuaca masih gerimis. Acara diadakan di pantai. Pasirnya becek sehingga sepatu sering masuk lumpur pasir.
Acara demi acara berlangsung. Saya pulang duluan, tidak tahan semuanya basah.
