![]() |
| Photo ini saya ambil di bulan Oktober 2022 |
Contohnya seperti photo di atas. Ini adalah peralatan CCTV di Pura. DVR dan monitor CCTV disimpan. Ketika dilakukan penggantian pintu dan jendela Bale Gong atas ide segelintir orang dengan alasan agar lebih seni karena bernuansa ukiran Bali. Pintu dan jendelanyapun dikirim dari Bali. Penggantian pintu dan jendela ini terkesan dipaksakan. Tidak berdasarkan pertimbangan fungsi bangunan tersebut. Ceritanya kan beli dua set pintu. Kebetulan beli satu set untuk dipasang di bale paselang yang baru dibangun di sisi kiri pelataran Mandala Utama. Mungkin agar sekalian beli, ya sekalian saja beli dua set. Bale paselang yang lama juga minta diganti, padahal kondisinya masih kokoh dan aman.
Peralatan CCTV dibiarkan bergelantungan dan beberapa berserak dilantai. Kesannya tidak mau urus. Bukankah ini semua menggunakan uang umat. Kalau tidak dipergunakan lagi, mungkin sebaiknya dirapikan dan dicopot untuk disimpan. Agar tidak ada kesan terlantar. Semangat membeli sangat menggebu, tapi semangat memelihara tidak ada.
Yang kedua akibat penggantian pintu, betapa sulitnya mengeluarkan dan memasukkan peralatan gamelan. Alas Pintunya dibikin tinggi dan sempit. Gamelan Yang tidak ringan. Yang tentu saja harus diangkat atau diseret. Padahal sedapat mungkin mengurangi menyeret peralatan gamelan agar sambungan sambungannya tidak longgar. Yang biasa bergelut dengan gamelan pasti paham. Makanya dibuatkan troli.
Yang ketiga, ketika para ibu ibu atau wanita hendak masuk atau keluar dari ruangan tersebut harus mengangkat bagian bawah kainnya. Betapa ribetnya. Silakan dicoba. Kecuali pakai celana panjang atau rok pendek.
![]() |
| Pintu baru. |

