Minggu, 15 Januari 2023

KUNINGAN ISTIMEWA 14 JANUARI 2023


Areal Sembahyang sementara

Saya kebetulan sembahyang pagi ke Pura Satya Dharma di mukakuning. Bersama anak saya yang besar. Persembahyangan sedang berlangsung. Saya datang agak telat. Harus nunggu gelombang kedua. Beruntung masih ada beberapa umat yang juga datang terlambat. Jadi ada kawan sembahyang berikutnya. Posisi sembahyang di belakang areal Pura yang sedang dibangun.

Sebagian umat dari banjar saya pergi sembahyang ke Pura yang ada di Polda Kepri. Entah apa nama Puranya. Saya kurang perhatian. Kebetulan banjar saya dapat giliran menyiapkan persembahyangan di sana. Ini sebenarnya yang saya ingin komplin, tanpa ada pemberitahuan atau pembahasan sebelumnya kok ada giliran bikin persiapan persembahyangan di Pura tersebut. Tapi saya urungkan niat saya itu, takut dibilang merusak suasana hari suci. 

Pura Adistana, di Polda Kepri

Pura yang selama proses pembangunannya dari awal sama sekali tidak mau melibatkan umat secara resmi. Harusnya melibatkan lembaga atau minimal ke semua banjar. Ada apa kok kesannya sembunyi sembunyi. Mengapa yang dilibatkan hanya sekelompok orang tertentu saja. Dalam tulisan saya sebelumnya pernah saya singgung apakah nanti suatu saat tidak butuh lembaga atau umat secara umum. Malah yang konon sebagai ketua panitia pernah posting di grup mereka bahwa mereka tidak akan melibatkan umat sampai menjelang upacara Ngenteg Linggih. Namun nyatanya, minta SK ke Lembaga umat. Minta support upakara juga ke umat. Padahal belum Ngenteg Linggih. Untung saja pengurus Lembaga dan sebagian besar umat kita berpikiran positif. Pasti berabe jika semua cara berpikirnya seperti kelompok itu.

Pada malam harinya saya sembahyang ke Pura Agung bersama keluarga. Banjar yang bertugas adalah banjar Nagoya. Saya duduk pada deretan  agak ditengah. Saya tidak nyangka ketika Jro Mangku yang memimpin persembahyangan menyampaikan bahwa sebelum sembahyang bersama atau kramaning sembah akan dilaksanakan upacara mejaya jaya untuk pengurus BOP yang baru dibentuk. Ini adalah puncak acara persembahyangan malam ini. Demikian kata beliau. Yang menurut saya seharusnya susunan acara diatur oleh pembawa acara. Mengapa pengurus ini terasa istimewa sekali. Apakah memang pengurus ini akan menuntaskan semua permasalahan yang ada saat ini? Kita tunggu saja.

Di Pura AGung. Berjejer berdiri di depan Pengurs BOP

Dengan sigap pengurus Lembaga membacakan SK Susunan Pengurus BOP dan sekalian meminta nama nama yang disebutkan untuk maju ke depan. Saya perhatikan 99% anggota yang menjadi pengurus BOP adalah orang orang yang paling banyak berkomentar di grup suka duka milik kelompok mereka.

Setelah sembahyang bersama semua umat yang hadir malam tersebut diminta memberikan ucapan selamat kepada pengurus. Mari kita lihat dan dukung bersama apa yang menjadi program pengurus yang baru. Jangan sampai terulang seperti waktu terpilihnya ketua Lembaga agama beberapa tahun yang lalu.