Senin, 19 Agustus 2019

ITU PURAKU

Secara sepontan itulah kalimat yang terucap dari seorang anak kecil. Kami memasuki areal Pura tepatnya disamping parkiran pura agung, atau biasa disebut parkiran Kak Dadut. Baru saja pulang dari mengikuti pawai Budaya dan Pembangunan hari kemerdekaan RI ke 74 di komplek RH Fisibililah batam center. Mengambil rute dari depan edukits menuju simpang lampu merah Gelael.
Nama lengkapnya saya lupa, biasa dipanggil Nanda yang pernah saya tulis disini juga, yang saya provokasi di grup WA, minta bantuan yang bias ngurus sekolahnya, yang sudah 2 tahun putus, pindah dari Palembang.
Kebetulan Nanda dan Ibunya ikut satu mobil dengan saya sekeluarga. Disamping jalan masuk akses ke pura, ada beberapa orang berboncengan motor, ada sekitar 6 motor. Spontan si Nanda itu bilang, lho ada apa orang itu ke Pura kami. Ini Puraku lho. Meski hanya berucap dalam mobil, tapi ucapannya yang polos membuat saya kagum. Terlepas apakah dia bercanda atau serius.
Memasuki Mandala Utama (areal suci tempat sembahyang) si Nanda ini buru buru buka sepatu dan kaos kakinya. Mau sembahyang Ganesha, kata dia. Saya coba intip, dia duduk bersila di hadapan patung Ganesha dan mencakupkan kedua tangannya di atas ubun-ubun. Hanya dia yang tau doa apa yang dia lantunkan.
Disaat teman temannya asyik bermain, anak ini juga ada disana tapi asyik dengan pikirannya sendiri sambil menggerak gerakkan kedua tangannya meniru orang nari bali. Entah tarian apa yang ada di benaknya.
Sekian