Ketika Nakhoda Berganti, ombak datang, kapal oleng, para perompak menyelamatkan dirinya masing2.
Kenapa saya susah menilai seseorang disini. Siapa teman siapa, siapa lawan siapa. Yang dulunya saya lihat akrab sekarang jaga jarak. Yang dulunya saling cuek, sekarang saling berangkulan. Dulunya kliatan seseorang berjasa sekali baik terhadap perusahaan maupun pribadi, sekarang dicuekin. Bahkan ada yang di phk karena mungkin sudah tidak ada artinya di matanya.
Sementara saya cuek cuek saja. Ndak pernah pro ke siapa-siapa. Semua saya jadikan teman. Cumin ke teman tertentu saya sedikit jaga jarak.
Dalam hati saya hanya senyum-senyum. Kalau memperhatikan situasi di sini. Pokoknya kalau dipikir malah jadi mbulet. Ribet. Dulu satu kapal, sekarang saling serang. Terlalu banyak isu. Isu kantin kek, isu taman, isu sepatu, isu uniform. Bahkan sampai ke isu mobil.
Intinya, orang luar terlalu banyak ikut campur urusan PT. bukan Cuma ikut campur, tapi malah ingin jadi penentu. Missal ada karyawan yang tidak dia sukai, jika karyawan kontrak pasti tidak boleh diperpanjang. Hebat. Padahal hanya berawal dari jualan kantin. Kini lagaknya melebihi direktur. Maklum istri lokalnya direktur adalah orang yang punya kantin. Inilah awal kisruh dalam perusahaan.
Belum lagi isu pengalihan modal perusahaan ke perusahaan milik keluarga kantin. Ini sangat krusial. Bias jadi bekerjasama dengan konsultan bayaran perusahaan. Seolah tidak ada yang dilanggar. Seharusnya selisih keuntungan perusahaan menjadi harta pemilik perusahaan atau pemilik modal.
Misalnya kalau kita berjualan. Untung 10 rupiah. Yang dilaporkan ke perpajakan 5 rupiah, dan dilaporkan ke induk perusahaan juga 5 rupiah. Nah yang 5 rupiah lagi disimpan tidak dilaporkan kemana-mana. Dalam kurun waktu sekian tahun yang 5 rupiah 5 rupiah tersebut terus berakumulasi. Inilah yang disinyalir digelapkan oleh para petinggi yang bias di ajak kong kalikong. Berbeda dengan perusahaan milik Negara. Bias diaudit oleh bpk atau kpk.
Kini nakhoda kapal berganti. Entah apa gebrakannya untuk eluruskan laju kapal. Yang jelas para perompakpun sudah kasak kusuk mendekati nakhoda baru.
Selamat menikmati.